Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Isra Mi’raj

Peristiwa Isra Mi’raj, peristiwa istimewa bagi Rasulullah saw. Malam itu tepat pada tanggal 27 Rajab, beliau diperjalankan oleh Allah dari Makkah ke masjidil Aqsa menuju langit. Menaiki Buraq binatang dari Surga yang mampu terbang secepat kilat (Barq). Pada malam itu sebelum Rasulullah tiba di masjidil Aqsa, beliau singgah terlebih dahulu ke Yatsrib (Madinah) tempat beliau akan hijrah. Lalu singgah ke puncak gunung Sinai (Bathlehem) tempat kelahiran Nabi Isa as. Kemudian bersama Jibril, Rasulullah saw melanjutkan perjalanan menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha.

Di lagit pertama Rasulullah saw bertemu dengan Nabi Adam as. Kemudian dilanjutkan menuju langit kedua, disini beliau bertemu dengan Nabi Isa as dan Nabi Yahya as, lalu melanjutkan ke langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf as, selanjutnya menuju langit keempat bertemu dengan Nabi Idris as, selanjutnya menuju langit kelima bertemu dengan Nabi Harun as, lalu menuju ke langit ke enam disini Rasulullah bertemu Nabi Musa as. Kemudian beliau melanjutkan perjalanan menuju langit ketujuh, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim “ini adalah Bapakmu, berilah salam kepadanya” kata Jibril. Lalu Rasulullah memberikan salam kepada Nabi Ibrahim, dan Nabi Ibrahim membalas salam “selamat datang, anakku Nabi ya shalih”. Melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha untuk menemui Allah SWT, dalam peristiwa itu Rasulullah diperintahkan untuk mendirikan shalat 50 kali dalam sehari. Setelah menerima perintah itu beliau hendak turun ke Bumi beliau bertemu dengan Nabi Musa. Lalu Nabi Musa berkata “kembalilah kepada Allah, mintalah keringanan karena aku lebih tau tentang manusia daripada kamu”. Lalu Rasulullah kembali menemui Allah, dengan terlebih dahulu bertanya kepada Malaikat Jibril. Kembali Nabi Musa berkata “mintalah keringanan kembali kepada Allah, karena mereka tak akan sanggup”. Beliau kembali bertemu Allah meminta keringanan setelah sebelumnya diberikan keringan perintah shalat sebanyak 40 kali dalam sehari. Begitu seterusnya sampai kesekian kali Nabi Musa berkata hal yang sama. Kali ini Rasulullah menjawab berbeda “aku malu kali ini, aku terima ketepatan shalat lima waktu, dan aku telah menerimanya dengan baik.

Penulis:

admin

admin

Berbagi kebaikan dengan sekali klik 😇👍

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *